Plants Vs Zombie Menurut saya game yang lumayan bagus dan meghibur. terkadang saya
sampai seharian di depan  komputer buat main game itu supaya bisa tamat.
tapi saya mencoba untuk mencari software buat menge CHEAT
system. ternyata ketemu....


trainer ini fungsinya ada 4.

1. membuat jumlah SUN menjadi Infinity / tidak terhingga 999.999.....
2. membuat uang menjadi infinity
3. loading saat bermain game menjadi tidak ada. jadi langsung klik and klik
4. membuat zombie menjadi mati dengan 1 tembakan saja...

Cara Menggunakan Cheat / Trainer :
 
1. mainkan trainernya...
kemudian tekan F12 untuk mematikan musik dan tekanF11 untuk meminimize
2. mainkan plant VS zombie.nya
3. tekan F1 untuk mebuat jumlah SUN menjadi infinity
4. tekan F2 untuk membuat uang infinity
5. tekan F3 untuk menghapus loading pada saat bermain game
6. tekan F4 untuk membunuh zombie dengan sekali tembakan.
jika tidak bisa tekan F1,F2,F3 dan F4 berulang ulang hingga efeknya keluar...



Read More >>
Harddisk merupakan storage atau bisa kita bilang hardware yang berfungsi sebagai media penyimpanan data , pertama kali kita membeli harddisk , harddisk tersebut belum bisa langsung kita gunakan , kita perlu melakukan format atau partisi pada harddisk tersebut , tetapi emang ada kalanya pada beberapa toko komputer yg skrg langsung mempartisi harddisk tersebut sehingga dapat digunakan langsung oleh pembeli harddisk dikarenakan banyakna orang awam yg belum mengerti mengenai “Partisi” ini dan langsung melakukan Judge bahwa harddisk tersebut rusak dan tidak dapat digunakan .
Banyak Hal yang berhubungan dengan harddisk seperti buffer , cache , kecepatan baca ( RPM ) , kapasitas , jenis transfer data harddisk ( IDE / ATA / SATA / SATA II  ) ,  Merk Harddisk (Brand ) , paging , allocation , segmentasi , dan yang paling penting adalah “PARTISI”. saya tidak akan menjelaskan secara detail mengenai keseluruhan data di atas , tetapi saya akan memberi masukan sedikit bagi mungkin yg ingin membeli harddisk .
Partisi ( ini yg paling penting ) : Partisi sama saja dengan membagi ruang memori pada harddisk , tidak ada patokan / batasan tertentu dalam melakukan partisi pada sebuah harddisk , contoh saja pada harddisk saya WDC SATAII 320GB , saya melakukan beberapa rincian partisi seperti berikut :
Partisi I >  Berisi Windows XP dengan Size 100 GB
Partisi II > Berisi Windows Vista dengan Size 60 GB
Partisi III > Berisi Linux 9.04 dengan Size 50 GB
Paritisi IV > Sisa dari harddisk di atas berisi data yaitu 320 ( Size Full HARDDISK ) – ( 100 + 60 + 50 ) ,
Sekedar Catatan : harddisk 320 Giga tidak akan berukuran murni 320 Giga tapi mungkin hanya sekitar 300 Giga , saya beri petunjuk saja 1 MB = 1024 KB ^^ ( Loh kok di kasi petunjuk ini apa maksudnya nich ???? hehehe , coba lakuin Konversi dari ukuran GB ke MB ke KB dan temukan hasilnya , ayo2 googling ajah kalo bingung hehehehe )
apa yang perlu anda ketahui mengenai partisi ??? Patut di ketahui bahwa 1 harddisk maksimal memiliki 4 Partisi.
4 partisi ini pada windows akan berlabelkan :   C:/     ,       D:/       ,      E:/    ,     F:/
4 partisini pada linux akan berlabelkan :  hda , hdb , hdc , hdd
Tentukan Jenis Partisi berdasarkan Windows Yang kita pakai seperti berikut :
Windows 95 = FAT 16
Windowa 97 & 98 atau 98SE = FAT16 & FAT32
Windows 2000 & XP = FAT32 & NTFS
Linux = Ext2 atau Ext3
Perlu diketahui juga bahwa jenis partisi di atas memiliki batasan pada size harddisk yang di deteksi :
FAT16 = maksimal harddisk 2 GB
FAT32 = seluruh harddisk 850 MB ke atas.
NTFS = maksimal harddisk di atas 1 TeraByte
banyak tools yang dapat digunakan untuk melakukan partisi pada harddisk seperti menggunakan Power Quest Partition Magic , Norton Partition Magic . Raxco Partition Magic , Partition Commander , FDISK , dan masih banyak lagi tools lainnya , berikut contoh menggunakan Power Quest Partition Magic 8 :
http://files.softpicks.net/images/200029.png
agar lebih jelas akan saya uraikan lagi lebih detail seperti berikut :
FAT 12
Fat 12 merupakan FAT pertama kali yang digunakan dalam sistem operasi DOS pada PC IBM (1981). FAT ini menggunakan pengalokasian tabel file sebesar 12 bit, sehingga sering disebut FAT 12. Kapasitas maksimal yang terformat oleh FAT 12 adalah 4.086 Cluster, sehingga FAT ini cocok untuk harddisk berkapasitas kecil.
FAT 16
FAT 16 merupakan pengembangan dari FAT 12 yang digunakan pada sistem operasi Windows 95 versi pertama (1990). FAT ini menggunakan pengalokasian tabel file sebesar 16 bit. Kapasitas maksimal yang terformat adalah 65.526 cluster. Dan biasanya menangani harddisk kapasitas 16 MB-2.048 GB.
FAT 32
FAT 32 muncul karena FAT 12 dan 16 tidak mampu lagi mengelola harddisk berkapasitas besar. FAT ini mendukung sistem operasi windows 95C dan seterusnya. FAT ini menggunakan 28 bit cluster sedangkan 4 bitnya digumakan untuk cadangan/reserved.
NTFS ( New Technology File System)
NTFS umumnya digunakan pada sistem operasi windows NT dan keturunannya. Dibandingkan dengan sistem FAT, NTFS jauh lebih efektif dan aman dalam pengelolaan file, karena file-file NTFS dapat dienskripsi.
HPFS (High Performance File System)
HPFS digunakan pada sistem operasi OS/2 (buatan IBM). HPFS mampu membaca data lebih cepat dibandingkan sistem FAT.
VFAT
VFAT dan FAT berbeda, perbedaannya adalah kemampuan dalam mendukung penamaan file yang panjang, perbaikan performansi sistem operasi, dan kemampuan manajemen data yang baik.
Untuk menyesuaikan penggunaan file sistem dan sistem operasi dapat anda lihat pada tabel berikut ini :
File System Sistem Operasi
FAT 12 DOS versi 1.X dan 2.X
FAT 12 dan FAT 16 DOS versi 3.X-6.X dan Windows 3.X
FAT 12, 16 dan VFAT DOS versi 7 dan Windows 95A
FAT 12, 16, 32 VFAT DOS versi 7.1 dan Windows 95B/C
FAT 32 Windows 95B/C, Win98, ME, 2000 dan XP
NTFS Windows NT, 2000, 2003, dan XP
HPFS OS/2, Windows NT versi lama
EXT2, EXT3, Linux Swap Linux
BeOS BeOS  :)
Perlu diingat juga bahwa harddisk memiliki 3  Tipe Partisi ( jgn rancu mengenai  Tipe &  Jenis ) :
1. Partisi Primary
Partisi primary merupakan partisi utama pada harddisk yang memuat sejumlah file data. Fungsi dari partisi primary ini juga sebagai partisi yang pertama kali diakses komputer untuk booting.
2. Partisi Extended
Partisi extended juga merupakan partisi utama pada harddisk. Partisi extended berfungsi untuk mengatasi keterbatasan pembagian partisi. Partisi extended tidak menangani pengolahan data secara langsung. Untuk dapat menggunakan nya kita harus menciptakan partisi logical terlebih dahulu.
3. Partisi Logical
Partisi logical merupakan partisi sampingan yang terdapat partisi extended. Partisi logical mampu menampung berbagai macam file data.
Recovery File
Kita dapat melakukan Recovery pada file yang terhapus dengan menggunakan berbagai macam software , tapi software favorit saya adalah GetDataBack yang saat ini susah mencapai versi 4.00 , sungguh mudah menggunakan software ini hanya di perlukan kesabaran dalam  menunggu file recovery karena membutuhkan waktu yang lumayan lama tetapi yg terpenting adalah hasilnya , terakhir saya mencoba tingkat recovery file saya yg terhapus balik hingga mencapai 80% dari data yang hilang , AWESOME !!!!!!
Image
Defrag
Defrag / Defragmentation merupakan sebuah proses penyusunan kembali file2 pada komputer , mungkin untuk lebih mudahnya saya analogikan begini , pada sebuah perpustakaan memiliki banyak rak dan buku2 di dalamnya , kita biasa mencara buku tersebut berdasarkan abjad dan kategori yang tersedia pada rak buku tersebut ,  kemudian buku2 tersebut di pinjam oleh banyak sekali mahasiswa , kemudian ketika kita mencari buku2 itu masih dalam kondisi yang berantakan karena baru di balikkan oleh mahasiswa dan tidak pada tempatna karena itu kita mengalami kesulitan dalam mencarinya , kurang lebih defra merupakan proses penyusunan kembali pada sektor2 harddisk agar data lebih rapih , cepat ditemukan dan teratur. kurang lebih begitu analoginya
software defrag sendiri ada banyak jenisna seperti yang sering kita gunakan Windows Defragment , OODEFRAG , CC Defrag , Raxco Defrag , Commander Defrag  , Total Defrag , ASHAMPOO DEFRAG , tetapi favorit saya adalah Perfect Disk
Contoh Software Perfect Disk
Contoh Software Perfect Disk
Benchmark Harddisk
Banyak software yang dapat kita gunakan untuk melakukan benchmark / tes sejauh mana / sekencang mana harddisk kita dapat melakukan proses Read / Write  dan sejauh mana mengukur perbandingan sejenis antara harddisk yang satu dengan yang lain , kita dapat menggunakan salah satu software HDTACH untuk melakukan benchmarking , berikut contohnya :
http://forums.legitreviews.com/images/random/hdtach_1.jpg
Cek Bad Sektor
Seperti yang kita ketahui bahwa harddisk terdiri dari kumpulan sector2 yang menyimpan masing-masing data , sector2 tersebut dapat saja mengalami kerusakan karena beberapa hal bisa karena secara fisik harddisk mengalami benturan atau karena listrik yang tidak stabil ataupun karena faktor Crash lainnya , kita dapat mengecek harddisk kita bad sector atau tidak dengan menggunakan HDTUNE , HDTUNE ini free dan tidak memungut bayaran secara langsung anda dapat mendownloadna di web resminya , berikut printscreen dari HDTUNE



Transfer Rate pada Harddisk
Tingkat kecepatan data yang dapat di transfer melalui harddisk tergantung oleh Jenis Interface harddsik itu sendiri , ada banyak jenis interface seperti berikut : ATA (IDE, EIDE), Serial ATA (SATA), SCSI (Small Computer System Interface), SAS, IEEE 1394, USB, dan Fibre Channel. Jenis interface menentukan tingkat data rate atau kecepatan transfer data. Misalnya, hard disk SCSI memiliki kecepatan transfer ± 5 MHz, artinya mampu melakuan transfer data hingga 5 Mb per detik.
ATA
AT Attachment (ATA) adalah antarmuka standar untuk menghu­bungkan peranti penyimpanan seperti hard disk, drive CD-ROM, atau DVD-ROM di komputer.
ATA singkatan dari Advance Technology Attachment. Standar ATA dikelola oleh komite yang bernama X3/INCITS T13. ATA juga memiliki beberapa nama lain, seperti IDE dan ATAPI. Karena diperkenalkannya versi terbaru dari ATA yang bernama Serial ATA, versi ATA ini kemudian dinamai Parallel ATA (PATA) untuk membedakannya dengan versi Serial ATA yang baru.
Parallel ATA hanya memungkinkan panjang kabel maksimal hanya 18 inchi (46 cm) walaupun banyak juga produk yang tersedia di pasaran yang memiliki panjang hingga 36 inchi (91 cm). Karena jaraknya pendek, PATA hanya cocok digunakan di dalam komputer saja. PATA sangat murah dan lazim ditemui di komputer.

Nama standar ini awalnya adalah PC/AT Attachment. Fitur utamanya adalah bisa mengakomodasi koneksi langsung ke ISA BUS 16-bit sehingga dinamai AT Bus. Nama ini kemudian disingkat menjadi AT Attachment untuk mengatasi masalah hak cipta.

SATA
SATA adalah pengembangan dari ATA. SATA didefinisikan sebagai teknologi yang didesain untuk menggantikan ATA secara total. Adapter dari serial ATA mampu mengakomodasi transfer data dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ATA sederhana.

Antarmuka SATA generasi pertama dikenal dengan nama SATA/150 atau sering juga disebut sebagai SATA 1. SATA 1 berkomunikasi dengan kecepatan 1,5 GB/s. Kecepatan transfer uncoded-nya adalah 1,2 GB/s. SATA/150 memiliki kecepatan yang hampir sama dengan PATA/133, namun versi terbaru SATA memiliki banyak kelebihan (misalnya native command queuing) yang menyebabkannya memiliki kecepatan lebih dan kemampuan untuk melakukan bekerja di ling­kungan multitask.
Di awal periode SATA/150, para pembuat adapter dan drive meng­gunakan bridge chip untuk mengonversi desain yang ada dengan antarmuka PATA. Peranti bridge memiliki konektor SATA dan memiliki beberapa konektor daya. Secara perlahan-lahan, produk bridge mengakomodasi native SATA. Saat ini kecepatan SATA adalah 3GB/s dan para ahli sekarang sedang mendesain teknologi untuk SATA 6GB/s.
Beberapa fitur SATA adalah:
  • SATA menggunakan line 4 sinyal yang memungkinkan kabel yang lebih ringkas dan murah dibandingkan dengan PATA.
  • SATA mengakomodasi fitur baru seperti hot-swapping dan native command queuing.
  • Drive SATA bisa ditancapkan ke kontroler Serial Attached SCSI (SAS) sehingga bisa berkomunikasi dengan kabel fisik yang sama seperti disk asli SAS, namun disk SAS tidak bisa ditancapkan ke kontroler SATA.
Kabel power dan kabel SATA mengalami perubahan yang cukup signifikan dibandingkan kabel Parallel ATA. Kabel data SATA menggunakan 7 konduktor di mana 4 di antaranya adalah line aktif untuk data. Oleh karena bentuknya lebih kecil, kabel SATA lebih mudah digunakan di ruangan yang lebih sempit dan lebih efisien untuk pendinginan.
SCSI
SCSI (Small Computer System Interface) dibaca “skasi” adalah standar yang dibuat untuk keperluan transfer data antara komputer dan periferal lainnya. Standar SCSI mendefinisikan perintah-perintah, protokol dan antarmuka elektrik dan optik yang diperlukan. SCSI menawarkan kecepatan transfer data yang paling tinggi di antara standar yang lainnya.
Penggunaan SCSI paling banyak terdapat di hard disk dan tape drive. Namun, SCSI juga terdapat pada scanner, printer, dan peranti optik (DVD, CD, dan lainnya). Standar SCSI digolongkan sebagai standar yang device independent sehingga secara teoritis SCSI bisa dite­rapkan di semua tipe hardware.

Berdasarkan tingkat kecepatan putarannya, hard disk jenis IDE memiliki kecepatan putaran 5.400 rpm dan 7.200 rpm. Sedangkan hard disk SCSI mampu berputar antara 10.000 s.d. 12.000 rpm.
Tingkat kecepatan putaran piringan hard disk diukur dalam satuan RPM (rotation per minute/putaran per menit). Semakin cepat putaran hard disk, maka jumlah data yang dapat dibaca oleh head semakin banyak. Demikian pula sebaliknya.
Beberapa merek hard disk yang banyak digunakan, antara lain Western Digital (WDC), Quantum, Seagate, Maxtor, Samsung, IBM, Toshiba, dan Hitachi.
Size Dan Ukuran Harddisk

Segmentasi
Segmentasi adalah sebuah bagian dari managemen memori yang mengatur pengalamatan dari memori yang terdiri dari segmen-segmen. logical address space adalah kumpulan dari segmen-segmen yang mana tiap-tiap segmen mempunyai nama dan panjang. alamat tersebut menunjukkan alamat dari segmen tersebut dan offset-nya didalam segmen-segmen tersebut. pengguna kemudian menentukan pengalamatan dari setiap segmen menjadi dua bentuk, nama segmen dan offset dari segmen tersebut (Hal ini berbeda dengan pemberian halaman, dimana pengguna hanya menentukan satu buah alamat, dimana pembagian alamat menjadi dua dilakukan oleh perangkat keras, semua ini tidak dapat dilihat oleh user).
Keuntungan lain dari segmentasi adalah menyangkut masalah pembagian penggunaan kode atau data. Setiap proses mempunyai tabel segmennya sendiri, dimana ini akan digunakan oleh dispatcher untuk menentukan tabel segmen dari perangkat keras yang mana akan digunakan ketika proses yang bersangkutan di eksekusi oleh CPU. Segmen akan berbagi ketika anggota dari elemen tabel segmen yang berasal dari dua proses yang berbeda menunjuk ke lokasi fisik yang sama. Pembagian tersebut terjadi pada level segmen, maka, informasi apa pun dapat dibagi jika didefinisikan pada level segmen. Bahkan beberapa segmen pun dapat berbagi, sehingga sebuah program yang terdiri dari beberapa segmen pun dapat saling berbagi pakai.
Paging
Membagi memory ke dalam chunks (bagian-bagian) kecil berukuran tetap dan
sama, dan membagi setiap proses ke dalam chunk berukuran sama tersebut
Chunks dari suatu proses dinamakan pages
Demand Paging atau permintaan pemberian halaman adalah salah satu implementasi dari memori virtual yang paling umum digunakan. Sistem Demand Paging pada prinsipnya hampir sama dengan sistem permintaan halaman yang menggunakan swapping, hanya saja pada sistem demand paging, halaman tidak akan dibawa ke dalam memori fisik sampai ia benar-benar diperlukan. Oleh sebab itu dibutuhkan bantuan perangkat keras untuk mengetahui lokasi dari halaman saat ia diperlukan. Daripada melakukan swapping, keseluruhan proses ke dalam memori utama, digunakanlah yang disebut lazy swapper yaitu tidak pernah menukar sebuah halaman ke dalam memori utama kecuali halaman tersebut diperlukan.
Mempartisi harddisk artinya membagi ruang memori pada harddisk. Setiap harddisk minimal harus dipartisi satu kali, dan menyesuaikan dengan sistem operasi yang akan digunakan.. Sebuah komputer yang menginstal lebih dari satu sistem operaai biasanya mempunyai beberapa partisi. Keuntungan dari partisi yang lebih dari satu antara lain dapat meminimalisir keruwetan pada sistem operasi, data dapat dibuat lebih aman, penggunaan ruang hasrddisk yang efisien, memudahkan back up data dan pencarian file.
Cache
setiap harddisk memiliki cache atau yang sering kali kita sebut buffer , cache itu sendiri merupakan tempat penyimpanan sementara. kenapa kita butuh cache ini ???kita memerlukannya untuk mempercepat proses transfer data yang lalu lang dari dan ke dalam harddisk yang berfungsi sebagai latensi transfer data akibat lambatnya sistem kerja mekanik pada sebuah harddisk .
catatan : ada jenis banyak cache pada komputer ( baik harddisk , printer , memory , L1 , L2 , L3 jgn sampai anda salah membedakannya ).
Cara Kerja Hard Disk
Hard disk menyimpan data dalam piringan dengan pola tertentu yang disebut sector dan track. Track adalah lingkaran konsentris (concentric circles), sedangkan sector adalah salah satu bagian dalam track tersebut. Data yang tersimpan di dalamnya dapat dibaca kembali dengan cara mendeteksi pola tersebut.

Dalam gambar ilustrasi di atas, track merupakan bagian yang berwarna terang yang mengelilingi hard disk, sedangkan sector adalah bagian kecil yang berwarna gelap. Sebuah sector terdiri atas byte tertentu, misalnya 256 atau 512. Kumpulan beberapa sector disebut dengan istilah cluster. Track dan sector dibuat ketika hard disk tersebut diformat.
Hard disk umumnya terdiri atas sebuah spindle yang merupakan pusat atau sumbu bagi sejumlah piringan tersebut dan sering disebut juga dengan istilah platter, tempat menyimpan data, platter motor, rangkaian elektronis atau circuit board, serta cover penutup yang melindungi komponen bagian dalam hard disk.
Platter terbuat dari bahan non-magnetik biasanya kaca atau alu­minium dan dilapisi dengan lapisan magnetik. Pada jenis hard disk model lama biasanya masih menggunakan iron oxide sebagai bahan magnetiknya. Sedangkan hard disk saat ini kebanyakan sudah meng­gunakan bahan lain, yaitu cobalt-based alloy.
Saat hard disk bekerja, platter tersebut berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Data ditulis dan dibaca ke dalam platter melalui read-and-write head yang berada sangat dekat dengan permukaan platter tersebut, dengan cara mendeteksi dan mengatur tingkat magnetis pada permukaan platter secara cepat.
Platters dan head Read-and-write head Circuit board pada hard disk
Kapasitas penyimpanan pada sebuah hard disk tergantung pada jumlah platter yang dimilikinya. Semakin banyak jumlah platter, maka kapasitas hard disk biasanya juga semakin besar. Sebagai gambaran, hard disk umumnya memiliki tiga platter dan enam read-and-write head.
Gambar-gambar dari komponen hard disk bisa Anda lihat sebagai berikut.
Cover penutup hard disk
Platter, head, dan spindle hub motor

Platter motor coil

Komponen hard disk yang telah diurai
Spindel hard disk menggunakan tekanan udara di dalam hard disk untuk mendukung bagian head agar bisa mengapung ketika platter hard disk sedang bergerak. Lingkungan luar terhubung ke hard disk melalui lubang kecil yang terletak di wadah hard disk tersebut. Lubang tersebut sangat kecil dengan diameter hanya ½ mm.
Oleh karena menggunakan tekanan udara, hard disk biasa tidak bisa dioperasikan di ketinggian yang ekstrim (di atas 3000 meter), untuk keperluan tertentu ada hard disk khusus untuk keperluan peng­operasian di ketinggian.
SMART
Self-Monitoring, Analysis, and Reporting Technology, atau disingkat S.M.A.R.T., adalah sistem monitoring harddisk. Dengan SMART, harddisk mampu mendeteksi dan melaporkan berbagai indikator yang terkait dengan reabilitas data, dengan tujuan mengantisipasi terjadinya kerusakan.
Fungsi SMART
Pada dasarnya, harddisk dapat mengalami gagal fungsi berdasarkan dua pembagian kelas, yaitu:
  1. Kegagalan yang dapat diprediksi. Seperti umur mekanis, seiring lamanya penggunaan. System monitoring SMART dapat mendeteksi hal seperti ini. Harddisk dapat memberikan status, sebelum mengalami malfunction.
  2. Kegagalan yang tidak dapat diprediksi. Kerusakan seperti ini, disebabkan misalnya kerusakan komponen electronik, akibat terbakar, ataupun kerusakan fisik lainnya.
Berdasarkan data yang ada, 60% kerusakan harddisk sebenarnya dapat diprediksi waktunya. Dan ini kebanyakan disebabkan umur mekanis. SMART dapat memperingatkan penggunanya sebelum hal itu terjadi, dan memberikan kesempatan untuk melakukan tindakan preventif yang diperlukan, seperti mem-backup data.
  1. Standar dan Implementasi
SMART dipelopori oleh Compaq. Namun hampir semua produsen harddisk dan motherboard, sudah menggunakannya. Biasanya, motherboard akan menampilkan pesan pada BIOS POST report.
Meskipun demikian, masih ada beberapa masalah kompatibilitas untuk SMART. Beberapa produsen harddisk terkadang menyebut produknya SMART compatible, namun terkadang tidak untuk semua fungsi reporting yang ada pada SMART. Katakanlah dengan tidak menyertakan temperatur sensor, yang kemungkinan oleh pengguna nya diharapkan mengacu pada SMART compatible. Temperatur harddisk adalah salah satu faktor penting, yang juga akan mempengaruhi reabilitasnya.
Fasilitas baik pada motherboard juga software SMART monitoring, belum tentu mampu melaporkan semua atribut SMART. Hal ini bisa disebabkan karena keterbatasan interface yang digunakan. Katakanlah saat menggunakan harddisk eksternal, dengan interface USB ataupun FireWire. Hal yang sama juga dapat terjadi pada harddisk dengan konfi gurasi RAID mirroring. Terlebih software monitor RAID yang bekerja di dalam lingkungan sistem operasi. Hal ini dikarenakan sistem operasi tidak dimungkinkan untuk melihat harddisk secara individual, di balik konfigurasi RAID.
Merk ( Brand )
banyak merk harddisk saat ini yg beredar di pasaran. Hardisk sendiri terbagi 2 jenis yaitu Internal ( Di dalam komputer ) dan External ( Portable bisa di bawa kemana saja / di luar komputer )  tapi umumnya untuk harddisk 3.5 atau harddisk yang biasa di pakai di komputer desktop yg sering di pakai adalah “Seagate , WDC , Samsung , Quantum ( sekarang sudah tidak ada ) , Maxtor , Hitachi ” ,
sedangkan pada harddisk 2.5 atau yang biasanya di pakai di laptop dan pada saat ini suka di jadikan harddisk portable  sudah banyak sekali Jenis yang beredar di pasaran seperti merk2 : axioo ,fujitsu , hitachi , samsung , seagate , wdc  dan masih banyak lagi dan sekarang sudah ada jenis harddisk baru yaitu SSD ( SOLID STATE DRIVE ) yaitu harddisk berkecepatan tinggi yang tidak memakai piringan di dalam nya dan memiliki kecepatan baca yang jauh di atas teknologi SATA.
contoh gambar harddisk dengan teknologi IDE/PATA :
http://www.pcez.co.uk/admin/images/products/1232296781.jpg
http://www.nordichardware.com/skrivelser_img/432/hdd.ide.jpg
http://www.amabilidade2002.com/c160.jpg
contoh gambar harddisk dengan teknologi SATA :
http://www.macgurus.com/ccp51/media/images/category/sata/eSATA_TypA_lrg.jpg
http://www.upgradecomputermemory.com/images/products/large/500gb-desktop-3-5-sata-hard-drive-dhd-s500.jpg
Perbedaan Harddisk Sata VS IDE :
sata-ide_lg.jpg image by muaz



Read More >>
Ide tulisan tentang "Bagaimana cara membuat automatic shutdown di windows 7" ini berawal ketika penulis harus meninggalkan komputer, padahal saat itu komputer sedang "nanggung" mendownload file yang cukup besar. Setelah melihat estimasi waktu download sekitar 40 menit lagi, maka penulis putuskan untuk membuat scheduled task yang berfungsi untuk mematikan komputer secara otomatis 1 jam dari sekarang.

Bagi temen-temen yang tertarik ingin mengetahui bagaimana caranya membuat automatic shutdown pada windows 7 sehingga dapat mematikan komputer secara otomatis pada waktu yang telah kita tentukan, berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Buka jendela Task Scheduler
    • Klik Start, pilih All Program, pilih Accessories, pilih System Tools kemudian klik Task Scheduler. 
    • atau bisa juga dengan klik Start, ketik: Taskschd.msc pada kotak Search programs and files


  2. Klik Create Basic Task, berikan nama dan deskripsi untuk task tersebut, misalnya dengan nama "Membuat Automatic Shutdown Windows 7". Klik Next untuk melanjutkan.
  3. Pada menu Task Trigger, tentukan kapan task (pekerjaan) tersebut akan dieksekusi, misalnya harian, mingguan dan yang lainnya. Karena saya hanya akan menjalankan Automatic Shutdown ini cuma sekali, maka saya pilih One Time.
  4. Selanjutnya tentukan waktu (tanggal dan jam) kapan trigger (pemicu) tersebut akan dijalankan. Klo sudah selesai klik Next.
  5. Selanjutnya pada menu Action, tentukan apa yang akan dijalankan oleh task tersebut pada waktu yang telah kita tentukan. Disini kita pilih Start a program. Klik Next.
  6. Selanjutnya pada Program/script pilih program shutdown.exe atau ketik: C:\Windows\System32\shutdown.exe /s.

    automatic-shutdown-windows7-task

  7. Selanjutnya Klik Finish.
Mungkin itulah tutorial singkat tentang cara Membuat Automatic Shutdown pada komputer yang menggunakan Windows 7. Sebagai catatan jangan lupa untuk menambahkan argument /s yang merupakan perintah agar program shutdown.exe harus mematikan komputer

Read More >>



1. Pastikan Komputer sudah memenuhi kebutuhan Hardware Minimum.

Ini adalah hal pertama yang harus kita perhatikan, langkah tweaking apapun yang kita lakukan tidak akan membantu kalau hardware yang terpasang sangat minim atau bahkan kurang. Berikut adalah spesifikasi minimum untuk menjalankan Windows 7:
  • 1 GHz Processor (32-64 bit)
  • 1 GB Memory
  • 16 GB Hardisk space
  • Graphics Card yang support Direct X9 dengan memory 128MB (untuk tampilan Aero interface, )
  • DVD R/W (untuk keperluan instalasi, burning CD / DVD, dsb)
Selali lagi ingat ya, ini adalah syarat minimum untuk menjalankan Windows 7 saja, kalau kita akan menginstal software yang lain, silahkan dilihat dulu spesifikasi hardwarenya karena bisa saja mempunyai hardware requirement yang lebih tinggi.

2. Disable Fitur 'Search Indexing' di Windows 7

Fitur Search Indexing ini sebenarnya berguna untuk mempercepat pencarian file yang dibutuhkan yaitu dengan cara meng-index dan menyimpan 'jejak' file tersebut. Sayangnya fitur ini memakan resource yang cukup banyak sehingga apabila kita tidak sering melakukan pencarian file sebaiknya fitur 'search indexing' file di nonaktifkan.


  • Klik kanan pada icon 'Computer' yang terdapat pada desktop atau start menu,  klik 'Manage'
  • Klik 'Services and Aplications' pada jendela 'Computer Management', klik 'Services'
  • Cari 'Windows Search' klik kanan dan pilih 'Properties'
  • Pada pilihan 'Startup type' pilih Disabled
  • Klik 'Apply' kemudian klik 'OK'.

3. Disable Aero Theme pada Windows 7
Salah satu fitur yang terdapat pada Windows 7 adalah Aero Theme. Fitur ini membuat tampilan Windows 7 menjadi 'enak untuk dilihat' seperti misalnya background desktop yang berganti, tetapi sayangnya fitur aero theme ini membutuhkan spesifikasi graphics card yang telah support Direct X 9 dengan RAM minimal 128MB agar dapat berjalan dengan baik (smooth). Apabila graphics card spesifikasinya kurang memadai maka akan menyebabkan graphics card tersebut 'dipaksa kerja keras' sehingga akan memperlambat kinerja komputer. Menonaktifkan fitur Aero Theme diyakini akan membuat performa Windows 7 bertambah cepat.


  • Klik kanan pada desktop, pilih 'Personalize' klik tab 'Windows color'
  • Uncheck pada box 'Enable Transparency' kemudian klik 'Open classic appearance properties for more color options'
  • Atau kita juga bisa memilih theme Basic atau Standard untuk tampilan desktop kita.

4. Disable Visual Effects pada Windows 7

Untuk menambah cepat kinerja Windows 7, selain dengan cara menonaktifkan fitur Aero Theme kita juga perlu menonaktifkan beberapa visual effect yang tidak diperlukan. Caranya adalah sebagai berikut:



  • Klik kanan pada icon 'Computer' yang ada pada desktop atau start menu, klik 'Properties'
  • Klik 'Advance System Setting' dan tunggu sampai tampil jendela 'System Proferties'
  • Pilih 'Advance' tab, kemudian klik tombol 'Setting' yang ada pada kotak 'Performance'
  • Pilih 'Adjust for best performance' atau klik Custom dan hanya pilih 3 option seperti tampak pada gambar diatas.

5. Kurangi waktu tunda (delay) Start Menu

Secara default terdapat delay sebelum Start menu dan sub menunya ditampilkan, untuk mempersingkat waktu delay tersebut berikut caranya:
  • Buka Registry Editor, Klik Start, ketik: regedit pada kotak "Search programs and files"
  • Cari key berikut: HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop pada jendela sebelah kanan cari Menushow Delay.


  • Klik kanan pada Menushow Delay tersebut dan klik Modify. Ubah nilai value data menjadi 200
  • Klik OK, tutup Registry Editor dan restartlah komputer.

6. Windows ... On Speed, The Ultimate PC Speed Up Guide

Tips-tips lainnya tentang bagaimana cara mempercepat Windows 7 dapat Anda baca pada ebook yang berjudul "Windows...On Speed" yang tentunya dapat Anda download secara gratis dengan mengisi form pendaftaran lewat link dibawah ini :

Dalam ebook ini akan dibahas tentang cara mengoptimalkan kinerja komputer, melindungi komputer dari serangan virus dan troubleshooting bagaimana cara memperbaiki komputer yang lambat sehingga bisa berfungsi normal kembali.
 
Read More >>
Meskipun terlihat sepele, tetapi langkah mereset BIOS yang salah dapat menyebabkan BIOS atau komponen motherboard lainnya rusak, setidaknya itulah yang pernah saya alami. Berikut adalah langkah-langkah cara mereset BIOS yang benar yang saya kutip dengan beberapa perubahan dari artikel Cara Reset BIOS majalah Chip edisi 02/2012.
cara reset BIOS

Langkah-langkah  Cara Reset BIOS Komputer:

  1. Pastikan Komputer sudah tidak terhubung ke sumber listrik. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mencabut kobel power dari stop kontak dan juga mencabut kabel power supply (24-pin power cable) dari motherboard komputer.

  2. Tunggu beberapa saat untuk memastikan arus listrik telah hilang. Untuk mempercepat hilangnya (membuang) sisa arus listrik pada motherboard tersebut, kita dapat menekan tombol power on pada komputer.

  3. Cari tombol atau jumper yang bertuliskan CLR CMOS. Untuk jumper ini ada yang terdiri dari 3 pin dan 2 pin. Untuk meng-clear CMOS atau mereset BIOS, tekan tombol reset tersebut. Untuk yang tipe jumper 3 pin, pindahkan posisi jamper ke sisi lainnya sedangkan tipe jumper 2 pin, maka kita tinggal menjumper kedua pin tersebut, klo kesulitan mencari jumper standar, gunakan saja obeng untuk menjumper pin tersebut. Intinya adalah agar kedua pin menjadi terhubung (short). Biarkan beberapa detik dalam posisi tersebut.

  4. Setelah itu pindahkan kembali posisi jumper ke posisi semula untuk yang tipe 3 pin atau cabut jumper untuk tipe 2 pin. Masukan kembali kabel power supply motherboard. Pastikan semua terangkai dengan benar kemudian barulah menghubungkan komputer ke listrik PLN. 

  5. Nyalakan kembali komputer. Apabila reset BIOS berhasil maka setingan BIOS akan kembali ke posisi semula. Dan pada kasus kerusakan komputer tidak bisa booting, setelah BIOS di reset, biasanya komputer akan bisa booting kembali.

  6. Apabila reset BIOS tidak berhasil, lakukan kembali langkah 1-2, kemudian cabut baterai BIOS dan lakukan kembali langkah 3-5.

  7. Apabila berhasil juga, ulangi kembali langkah 1-2, cabut semua kabel power supply pada motherboard, lepas baterai BIOS dan Memory (RAM) Komputer. Ulangi langkah 3-5.

  8. Langkah terakhir untuk mereset BIOS apabila cara diatas belum berhasil juga adalah kembali lakukan langkah 1-2, kemudian lepas semua komponen pada motherboard yaitu Processor, RAM dan Card tambahan lainnya seperti VGA Card. Bersihkan kembali motherboard dari kotoran dan ulangi langkah 3 diatas, kali ini diamkan dulu selama 30 menit. Kemudian baru ulangi langkah 3-5.
Read More >>